Tidak ada yang lebih aku sesali dari pada penyesalanku terhadap hari dimana ketika matahari tenggelam, sementara umurku berkurang tetapi amalku tidak bertambah (Abdullah bin Mas'ud).

Rabu, 07 Juli 2010

PENYEMBUHAN PSIKOSOMATIK DENGAN TAHAJUD

Penyembuhan seseorang akibat gangguan psikosomatik ini tidak hanya berupa obat-obatan yang disesuaikan dengan gejala yang timbul tapi juga dengan menganjurkan pola hidup yang baik, olah raga, menyalurkan hobi, dan yang juga sangat penting adalah meningkatkan ibadah. Dengan peningkatan motivasi beribadah dan sikap beribadah, maka pasien akan memperkuat mental dan psikisnya , dan mendapat ketenangan. Dengan mengingat Allah maka harinya akan menjadi tenang dan tentram seperti Dalam Al-Quran surat Al-Rad (13:28) Allah berfirman. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Stres memicu tubuh menghasilkan lebih banyak kortisol. Kortisol adalah hormon yang dihasilkan dikorteks adrenal dan di bawah pengaruh aksis hipotalamus-pituitari-adrenal. Berperan dalam metabolisme, sistem imun dan tekanan darah. Hormon ini sangat penting dalm keaadan stress. Hormon kortisol berperan penting dalam metabolisme glukosa, protein dan lemak. Hormon ini dapat merangsang glukoneogenesis dan menghambat penyerapan dan penggunaan glukosa di banyak jaringan. Selain itu hormone kortisol juga merangsang penguraian protein dan lipolisis (Sherwood 2001) Kondisi ini mengacaukan respon tubuh terhadap hormon insulin, yang bertugas distribusi gula darah ke seluruh tubuh, baik untuk disimpan maupun digunakan kembali. Dalam jangka panjang, kekacauan respon insulin ini merangsang munculnya gangguan berupa gejala diabetes tipe 2 yang tidak bergantung pada insulin.

Sebuah penelitian menunjukkan adanya korelasi antara Sholat tahajud dan pengaruhnya dalam meningkatkan imunitas tubuh atau kekebalan tubuh , penelitian diarahkan secara empiris yaitu dengan pemeriksaan Kortisol sebelum sholat tahajud dilaksanakan dan setelah sholat tahajud dilaksanakan setelah 2 bulan, bagaimana pengaruhnya terhadap penurunan hormone stress yaitu kortisol, penelitian ini dilaksanakan oleh Moh Sholeh untuk mendapatkan gelar doctor (2006 :189). Menurutnya shalat tahajud dapat digunakan sebagai alternatif untuk memperbaiki respons emosional positif dan mengefektifkan coping, dapat memperbaiki daya tahan tubuh imunologik dan menghilangkan nyeri penyakit kanker, dan hormon kortisol dipakai sebagai indikator keikhlasan.

PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ 5 KALI SEHARI

Perlu diketahui bahwa para ulama berselisih pendapat kapan terjadinya Isro’ Mi’roj. Ada ulama yang mengatakan pada bulan Rajab. Ada pula yang mengatakan pada bulan Ramadhan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Tidak ada dalil yang tegas yang menyatakan terjadinya Isro’ Mi’roj pada bulan tertentu atau sepuluh hari tertentu atau ditegaskan pada tanggal tertentu. Bahkan sebenarnya para ulama berselisih pendapat mengenai hal ini, tidak ada yang bisa menegaskan waktu pastinya.” (Zaadul Ma’ad, 1/54)

Ibnu Rajab mengatakan, “Telah diriwayatkan bahwa di bulan Rajab ada kejadian-kejadian yang luar biasa. Namun sebenarnya riwayat tentang hal tersebut tidak ada satu pun yang shahih. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau dilahirkan pada awal malam bulan tersebut. Ada pula yang menyatakan bahwa beliau diutus pada 27 Rajab. Ada pula yang mengatakan bahwa itu terjadi pada 25 Rajab. Namun itu semua tidaklah shahih.”

Suatu hal yang penting kita pahami dari isra’ mi’raj adalah sebuah peristiwa penting yaitu perintah shalat lima waktu yang merupakan rukun islam ke dua setelah syahadat. Shalat merupakan sarana utama dalam berzikir dan meminta kepada Allah. Jadi alangkah bijaknya kalau dalam memperingati isra’ mi’rajnya Nabi Muhammad tidak hanya sekali setahun, tetapi minimal lima kali sehari karena inti dari peristiwa isra’ mi’raj adalah diwajibkannya shalat sebagai ibadah yang agung.

Allah berfirman :“Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (Qs. At-Taubah: 11)

Rasulullah bersabda : Dari ‘Abdullah Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang maknanya):“Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu syahadat (persaksian) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, serta berpuasa pada bulan Ramadhan.”

Maka jadilah muslim yang bijak yang bersungguh-sungguh dalam mendirikan shalat. Shalat tepat waktu dan tidak lalai dalam waktu shalat serta mendirikan shalat secara berjamaah merupakan cara mengamalkan ibadah yang dijemput langsung oleh Rasulullah ketimbang hanya merayakan isra’ mi’raj sekali dalam setahun.
Oleh : Abu Yahya dari berbagai sumber

Bekam Sebagai Terapi Alternatif yang Menunggu Pengakuan Dunia Kedokteran

Setiap orang menginginkan kesehatan yang prima. Itu terbukti bila seseorang dijangkiti suatu penyakit dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan penyakitnya. Semua jenis pengobatan akan dicoba mulai dari yang rasional bahkan sampai kepada yang tidak rasional. Itu tidak terbatas pada kuratif saja melainkan juga pada preventif.

Kalau berbicara masalah kesehatan yang prima, kita perlu mengambil Nabi Muhammad sebagai contoh. Beliau memiliki kesehatan yang prima. Fakta sejarah bercerita bahwa beliau sangat sehat. Beliau sakit hanya dua kali seumur hidup. Beliau juga selalu mengikuti perang saat umur beliau 53 – 62 tahun. Ini menandakan kesehatan fisik beliau yang bagus. Selain itu, beliau juga sangat produktif dan memiliki emosi yang stabil yang menggambarkan kesehatan mental beliau yang terjaga.

Dalam menjaga kesehatannya, beliau memiliki metode menjaga kesehatan sendiri yaitu Thibbun Nabawi yang artinya pengobatan ala nabi. Salah satu dari tibbun nabawi adalah berbekam. Perkataan bekam berasal dari istilah bahasa Melayu yang berarti pelepasan darah kotor, atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Cupping dan dalam bahasa Arab diterjemahkan sebagai Al-Hijamah. Di Indonesia kita kenal dengan istilah Kop atau Cantuk.

Lain halnya dengan akupuntur yang sudah diterima dunia kedokteran, bekam masih menunggu waktu. Kedokteran barat menuntut prinsip logiko-hipotetiko-verfikatif dimana konsepnya harus bisa dijelaskan secara logis dan harus memelui eksperimen. Namun, sudah ada dokter atau terapis yang memasukkan bekam sebagai terapi dan dianggap sebagai terapi alternatif. Hal ini tidak bisa dilakukan sembarang dokter atau terapis. Dokter atau terapis tersebut harus memiliki pemahaman yang baik tentang patofisiologis tubuh dan penyakit dan dokter atau terapis tersebut harus sudah mengikuti pelatihan-pelatihan bekam besertifikat oleh para profesional yang memiliki kompetensi profesional sebagai terapis.

Sederhananya, bekam dilakukan untuk mengeluarkan toksin-toksin yang dihasilkan dari metabolisme tubuh melalui kapiler-kapiler di permukaan kulit. Darah yang mengandung toksin akan dikumpulkan pada permukaan kulit dengan cara disedot dengan pompa. Hasil sedotan itu akan membentuk gelembung. Gelembung itu kemudian disayat dengan silet steril.

Tubuh yang sehat dan pikiran yang cerdas adalah faktor penting dalam hidup seorang individu demi melaksanakan tanggungjawab kehidupan mereka. Namun, jika terlalu banyak toksik dalam badan, ini akan menyebabkan statis darah, diamana sistem darah tidak berjalan dengan lancar. Keadaan ini sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan fisik maupun mental seseorang. Akibatnya seseorang itu akan terasa malas, murung, kerap mengeluh kurang sehat, mudah bosan, dan selalu terasa tertekan.

Bekam ini akan dipercaya merangsang sistem pelebaran pembuluh darah yang mengakibatkan perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah, efek pelemasan obat serta dapat menurunkan tekanan darah. Bekam juga mampu merangsang zat penstabil peradangan dan permeabilitas sel. Selain itu, bekam pada titik-titik tertentu dapat menstimulasi saraf secara kuat sehingga menghasilkan neurotransmitter yang akan merangsang vasodilatasi (pelebaran) pembuluh darah perifer sehingga timbul rasa nyaman dan lega.

Melakukan bekam di bawah dagu dapat menyembuhkan sakit gigi, sakit pada bagian wajah, kerongkongan dan pada urat leher, serta membersihkan kepala dan kedua telapak tangan. Berbekam pada belakang tapak kaki (bagian atas tapak kaki) dapat menggantikan venesection sephena, yaitu urat besar pada mata kaki, menghilangkan kutil-kutil (borok) yang tumbuh di kedua paha, betis serta tulang kering, juga dapat menghentikan keluarnya darah haid (terputusnya menstruasi) dan gatal-gatal buah testis (kantung kemaluan laki-laki).

Berbekam di bawah dada di atas perut dapat menyembuhkan bisul-bisul, kurap/kudis, dan panu yang ada di paha. Kaki yang sering kebas / linu, encok, penyakit bawasir (hermorhoid), penyakit kegajahan (kaki bengkak) atau elephantiasis, dan gatal-gatal pada punggung.

Sejak Zaman mesir kuno lagi kaedah berbekam menjadi amalan bagi penyembuhan pelbagai penyakit, seperti sawan (epilepsy), angin ahmal (stroke), hinggalah ke penyakit yang ringan seperti masalah kulit dan letih atau lesu.

Setiap orang bisa menjalani terapi bekam. Pada anak-anak dan lansia pembekaman harus dilakukan dengan hati-hati. Pembekaman harus ditunda dahulu ibu hamil, menstruasi dan nifas, orang yang baru mendonorkan darah, orang yang sedang kelaparan, orang yang bertekanan darah rendah, orang yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah, dan orang yang kondisinya sangat lemah.

Jadi, bekam memiliki peran sebagai terapi yang masih bersifat alternatif. Para peneliti terus melakukan eksperimen untuk dapat menjelaskan konsep penyembuhan dari terapi bekam. Melihat banyaknya orang yang sudah mulai percaya dengan terapi bekam ini, jelas layak bekam untuk diuji lebih lanjut sebelum dipakai sebagai terapi yana sah di dunia kedokteran.

Oleh : Harun Ar-Rasyid dari berbagai sumber

Rabu, 30 Juni 2010

KEMULIAAN BULAN SYA’BAN

Bulan Sya’ban adalah bulan yang mulia, hendaknya kita mengisinya dengan memperbanyak amalan ibadah dan puasa secara khusus dengan memperbanyak amalan ibadah puasa secara khusus untuk melatih diri persiapan menyambut bulan Ramadhon agar nanti tidak kaget dengan perubahan spontan sehingga terasa berat bagi kita. Oleh karena itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban.

Hadist Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam :
Dari ‘Aisyah radhiallahu anha : “saya tidak pernah mengetahui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam puasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhon, dan saya tidak pernah mengetahui dia lebih banyak berpuasa dari pada bulan Sya’ban.” (HR. Al-Bukhari, 1968. Muslim, 782).

Hikmah memperbanyak puasa di bulan Sya’ban dijelaskan dalam hadist yang lain :
Dari Usamah bin Zaid radhiallahu anhu berkata : Saya bertanya: “Wahai Rasulullah, saya tidak melihatmu berpuasa di bulan seperti engkau berpuasa di bulan Sya’ban (karena seringnya).” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassallam menjawab, “Bulan itu, banyak manusia lalai, yaitu antara bulan Rajab dan Ramadhon, bulan diangkat amal-amal kepada Robb semesta alam, dan saya ingin untuk diangkat amalku dalam keadaan puasa.” (HR. An-Nasaa’I 4/4201. Ahmad, 5/201. Dihasankan Syaikh Al-Abani dalam Ash-Shahihah, 4/1898).

Ketahuilah bahwa menghidupkan waktu yang dilalaikan manusia memiliki beberapa faedah :
1. Lebih tersembunyi dan jauh dari riya’.
2. Lebih berat bagi jiwa, karena tabi’at manusia ingin ikut kebanyakan manusia.
3. Membela dan melindungi seluruh manusia dengan ketaatan, dari bencana.
(lihat Latha’iful Ma’arif, halaman 253).

Hikmah lainnya adalah untuk mempersiapkan bulan Ramadhon, agar hati dan badan siap untuk menyambutnya dengan kesegaran dalam menjalani ketaatan kepada Allah.


Sumber : Ensiklopedi Amalan Sunnah di Bulan Hijriah karya Abu ‘Ubaidah Yusuf as-Sidawi dan Abu ‘Abdillah Syahrul Fatwa.

Kurma Menurut Tinjauan Medis dan Pengobatan

1. Dalam kurma, ditemukan beberapa bahan kimia yang memengaruhi horman oksitosik, yaitu hormon yang bercampur di dalam peranakan wanita, sehingga dapat membantu percepatan kelahiran, serta dapat mengurangi resiko pendarahan setelah melahirkan. Hormon lain dalam kurma adalah hormon untuk menghambat aktivitas hormon kelenjar gondok (glandula thyreoidea). Bahan yang lain, yaitu hormon pembangkit kelenjar susu, sehingga dapat memperlancar ASI (Air Susu Ibu).
2. Serat selulosa berguna untuk membangkitkan kerja usus, sebagai obat mujarab untuk penyembuhan yang disebabkan kurang makan. Serat ini tidak dapat dicerna oleh alat pencernaan kita, sehingga dapat menjaga tubuh supaya terhindar dari kekurangan makanan dalam perut.
3. Vitamin A diperlukan untuk pemeliharaan epitel selaput lendir, ketajaman penglihatan mata, dan pencegahan terjadinya infeksi. Oleh karena ini lah orang-orang gurun selalu mengkonsumsi kurma untuk memperkuat pendengaran dan memfokuskan penglihatan.
Manfaat lainnya dari vitamin A banyak sekali. Aktivitas kehidupan di dalam tubuh kebanyakan bertumpu pada vitamin-vitamin tersebut. Vitamin bukan lah bahan penguat tubuh, tapi vitamin diperlukan untuk menyempurnakan aktivitas kelenjar getah bening dalam tubuh dengan cara yang lebih baik.
4. Fosfor bersama kalsium diperlukan untuk membentuk tulang dan kesehatan gigi. Fosfor berguna untuk membangun aktivitas kelenjar dan mengembalikan fungsi kelenjar tubuh. Fosfor juga berperan penting sebagai nutrisi otak, sehingga bila dikonsumsi teratur, dalam jangka panjang berefek mencerdaskan otak.
5. Magnesium penting sekali bagi aktivitas kehidupan di dalam tubuh, serta untuk menjaga diri dari penyakit.
6. Besi sangat penting untuk aktivitas pembentukan hemoglobin dan zat darah merah dalam sumsum tulang. Oleh karena itu, ia diperlukan untuk melindungi manusia dari kekurangan darah.
7. Seng, diperlukan untuk mengobati penyakit sensitivitas tubuh.
8. Kurma kering mengandung aspirin (acetylsalicylic acid) alami yang dapat mengurangi rasa sakit (analgesic).
9. Kalium (potassium) signifikan untuk mengatasi kelelahan, membuat organ jantung bekerja lebih optimal, mengaktifkan kontraksi otot, dan berperan dalam pengaturan tekanan darah.

Oleh : Harun Ar-Rasyid dari berbagai sumber

Kalian Tertawa dan Takdir pun Tertawa

Sang pemeran cerita menuturkan kisahnya dan berkata, “Aku menikah dengan seorang lelaki setelah kematian istrinya yang meninggalkan seorang anak perempuan buah hubungan bersamanya yang baru berumur empat tahun. Dia sangat mencintai putrinya dan selalu mengenang sang ibu. Hal itu membuatku merasa dengki kepadanya. Berapakali aku berusaha dengan berbagai cara dan muslihat untuk memalingkannya dari
hal itu, tapi aku tetap saja tidak berhasil. Dia memberi perhatian yang luar biasa kepada putrinya. Sampai-sampai ketika anak itu jatuh sakit, dia pun membawanya ke dalam ranjang kami dan menempatkannya di antara aku dan dia, dan sesekali dia mengelus-elusnya sambil berkata, “Duhai pengganti ibu dan bapakku.”

Aku menggerutu di dalam hatiku, “Sampai sebesar itu cinta dan kasih sayangnya kepada anak itu.” Aku pun merencanakan niat jahat kepada anak itu. Aku akan membunuhnya, tetapi tidak membunuhnya dengan cara melenyapkan nyawanya, melainkan membunuhnya secara maknawi. Aku akan memanjakannya hingga dia menjadi wanita bodoh yang tak becus bekerja, tidak bisa menambal pakaian dan tak tahu cara memasak. Aku akan membuatnya buta tentang hal yang diperlukan seorang wanita di dalam rumahnya. Aku akan menjadikannya seorang wanita pemalas yang tak bisa mengurus urusannya.

Aku mulai menjalankan strategi, dan sang bapak senang melihat pelakuanku terhadap putrinya, karena aku memanjakan putrinya seperti yang dia duga. Sampai-sampai ketika kami berada pada meja makan dan anak itu menginginkan air, maka jika air itu berada di atas meja makan, aku pun segera menuangkan air ke dalam gelas dengan tanganku untuk meminumkannya, atau ku suruh putri kandungku untuk pergi dan membawakan air…

Akan tetapi, sang anak ternyata wanita yang cerdas. Hal itu semakin memicu kedengkianku. Dia selalu lulus di semua mata pelajaran. Kulakukan hal agar dia benci untuk mengulangi pelajaran. Kuberitahu kepadanya bahwa dia lelah dan harus banyak istirahat supaya dia tidur dan tidak mengulang pelajaran-pelajarannya. Akan tetapi, dia tidak butuh mengulangi pelajaran lagi, karena dia adalah anak yang cerdas. Dia selalu masuk dalam daftar siswi yang istimewa. Dia menyelesaikan pendidikan SMAnya dengan mulus. Dia pun melanjutkan studinya ke tingkat perguruan tinggi dan meraih gelar sarjana.

Kemudian suatu hari datanglah seorang lelaki melamarnya, dia pun merasa gembira. Kini saatnya aku berkata dan meyakinkan ayahnya untuk menikahkannya. Belum sempat aku memberi nasihat dan anak itu keburu menikah. Akan tetapi, siapakah yang menikahinya?!

Dia menikah dengan seorang lelaki yang tulus mencintainya dan tak rela dia tertepa angin. Dia menikah dengan seorang suami yang telah menyiapkan baginya segala fasilitas kesenangan. Para pelayan memenuhi rumah dan segala keperluannya terpenuhi sebelum dia sempat mengucapkannya. Dia pun tidak perlu capek-capek memasak dan meniup api. Hidupnya penuh kebahagiaan yang semakin membakar kedengkianku dan membuat hatiku penuh sesal.

Dua tahun setelah pernikahannya, putri kandungku pun menyusul menikah. Suaminya adalah seorang lelaki yang keras, kasar, gemar mencaci, berwatak besi (kaku), pelit dan selalu bermuka masam. Putriku tidak berdosa. Akulah yang melakukan dosa itu. Akan tetapi, Allah SWT menghukumku pada putriku.”

Wanita ini ingin membunuh si putri tiri yang malang ini, menjauhkannya dari bekal-bekal hidupnya dan menjadikannya wanita dungu yang tak mengetahui apa-apa tentang urusan hidup ini. Akan tetapi Allah SWT menghendaki baik terhadap gadis ini. Dia melindunginya dari tipu muslihat wanita ini, menjadikannya anak perempuan yang cerdas dan terpelajar, sehingga menjadi ibu rumah tangga yang hebat dan mengarunianya suami yang cinta dan penuh perhatian padanya.

“Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (Al-Anfal: 30).


(SUMBER: SERIAL KISAH-KISAH TELADAN karya Muhammad bin Shalih al- Qahthani, seperti yang dinukilnya dari Min Gharibi Ma Sa’aluni karya Syaikh Abdullah an-Nuri)

Jumat, 28 Mei 2010

Kisah Menakjubkan Tentang Sabar dan Syukur Kepada Allah

Bagi orang yang sering mengamati isnad hadits maka nama Abu Qilabah bukanlah satu nama yang asing karena sering sekali ia disebutkan dalam isnad-isnad hadits, terutama karena ia adalah seorang perawi yang meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik yang merupakan salah seorang dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu nama Abu Qilabah sering berulang-ulang seiring dengan sering diulangnya nama Anas bin Malik. Ibnu Hibban dalam kitabnya Ats-Tsiqoot menyebutkan kisah yang ajaib dan menakjubkan tentangnya yang menunjukan akan kuatnya keimanannya kepada Allah.

Nama beliau adalah Abdullah bin Zaid Al-Jarmi salah seorang dari para ahli ibadah dan ahli zuhud yang berasal dari Al-Bashroh. Beliau meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Malik bin Al-Huwairits –radhiallahu 'anhuma- . Beliau wafat di negeri Syam pada tahun 104 Hijriah pada masa kekuasaan Yazid bin Abdilmalik.

Abdullah bin Muhammad berkata, "Aku keluar menuju tepi pantai dalam rangka untuk mengawasi (menjaga) kawasan pantai (dari kedatangan musuh)…tatkala aku tiba di tepi pantai tiba-tiba aku telah berada di sebuah dataran lapang di suatu tempat (di tepi pantai) dan di dataran tersebut terdapat sebuah kemah yang di dalamnya terdapat seseorang yang telah buntung kedua tangan dan kedua kakinya, dan pendengarannya telah lemah serta matanya telah rabun. Tidak satu anggota tubuhnyapun yang bermanfaat baginya kecuali lisannya, orang itu berkata, "Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan""

Abdullah bin Muhammad berkata, "Demi Allah aku akan mendatangi orang ini, dan aku akan bertanya kepadanya bagaimana ia bisa mengucapkan perkataan ini, apakah ia faham dan tahu dengan apa yang diucapkannya itu?, ataukah ucapannya itu merupakan ilham yang diberikan kepadanya??.

Maka akupun mendatanginya lalu aku mengucapkan salam kepadanya, lalu kukatakan kepadanya, "Aku mendengar engkau berkata "Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan", maka nikmat manakah yang telah Allah anugrahkan kepadamu sehingga engkau memuji Allah atas nikmat tersebut??, dan kelebihan apakah yang telah Allah anugrahkan kepadamu hingga engkau menysukurinya??"

Orang itu berkata, "Tidakkah engkau melihat apa yang telah dilakukan oleh Robku kepadaku?, demi Allah, seandainya Ia mengirim halilintar kepadaku hingga membakar tubuhku atau memerintahkan gunung-gunung untuk menindihku hingga menghancurkan tubuhku, atau memerintahkan laut untuk menenggelamkan aku, atau memerintahkan bumi untuk menelan tubuhku, maka tidaklah hal itu kecuali semakin membuat aku bersyukur kepadaNya karena Ia telah memberikan kenikmatan kepadaku berupa lidah (lisan)ku ini. Namun, wahai hamba Allah, engkau telah mendatangiku maka aku perlu bantuanmu, engkau telah melihat kondisiku. Aku tidak mampu untuk membantu diriku sendiri atau mencegah diriku dari gangguan, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memiliki seorang putra yang selalu melayaniku, di saat tiba waktu sholat ia mewudhukan aku, jika aku lapar maka ia menyuapiku, jika aku haus maka ia memberikan aku minum, namun sudah tiga hari ini aku kehilangan dirinya maka tolonglah engkau mencari kabar tentangya –semoga Allah merahmati engkau-". Aku berkata, "Demi Allah tidaklah seseorang berjalan menunaikan keperluan seorang saudaranya yang ia memperoleh pahala yang sangat besar di sisi Allah, lantas pahalanya lebih besar dari seseorang yang berjalan untuk menunaikan keperluan dan kebutuhan orang yang seperti engkau". Maka akupun berjalan mencari putra orang tersebut hingga tidak jauh dari situ aku sampai di suatu gudukan pasir, tiba-tiba aku mendapati putra orang tersebut telah diterkam dan di makan oleh binatang buas, akupun mengucapkan inna lillah wa inna ilaihi roji'uun. Aku berkata, "Bagaimana aku mengabarkan hal ini kepada orang tersebut??". Dan tatkala aku tengah kembali menuju orang tersebut, maka terlintas di benakku kisah Nabi Ayyub ‘alaihissalam. Tatkala aku menemui orang tersbut maka akupun mengucapkan salam kepadanya lalu ia menjawab salamku dan berkata, "Bukankah engkau adalah orang yang tadi menemuiku?", aku berkata, "Benar". Ia berkata, "Bagaimana dengan permintaanku kepadamu untuk membantuku?". Akupun berkata kepadanya, "Engkau lebih mulia di sisi Allah ataukah Nabi Ayyub ‘alaihissalam?", ia berkata, "Tentu Nabi Ayyub ‘alaihissalam ", aku berkata, "Tahukah engkau cobaan yang telah diberikan Allah kepada Nabi Ayyub?, bukankah Allah telah mengujinya dengan hartanya, keluarganya, serta anaknya?", orang itu berkata, "Tentu aku tahu". Aku berkata, "Bagaimanakah sikap Nabi Ayyub dengan cobaan tersebut?", ia berkata, "Nabi Ayyub bersabar, bersyukur, dan memuji Allah". Aku berkata, "Tidak hanya itu, bahkan ia dijauhi oleh karib kerabatnya dan sahabat-sahabatnya", ia berkata, "Benar". Aku berkata, "Bagaimanakah sikapnya?", ia berkata, "Ia bersabar, bersyukur dan memuji Allah". Aku berkata, "Tidak hanya itu, Allah menjadikan ia menjadi bahan ejekan dan gunjingan orang-orang yang lewat di jalan, tahukah engkau akan hal itu?", ia berkata, "Iya", aku berkata, "Bagaimanakah sikap nabi Ayyub?", ia berkata, "Ia bersabar, bersyukur, dan memuji Allah, lagsung saja jelaskan maksudmu –semoga Allah merahmatimu-!!". Aku berkata, "Sesungguhnya putramu telah aku temukan di antara gundukan pasir dalam keadaan telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas, semoga Allah melipatgandakan pahala bagimu dan menyabarkan engkau". Orang itu berkata, "Segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan bagiku keturunan yang bermaksiat kepadaNya lalu Ia menyiksanya dengan api neraka", kemudian ia berkata, "Inna lillah wa inna ilaihi roji'uun", lalu ia menarik nafas yang panjang lalu meninggal dunia. Aku berkata, "Inna lillah wa inna ilaihi roji'uun", besar musibahku, orang seperti ini jika aku biarkan begitu saja maka akan dimakan oleh binatang buas, dan jika aku hanya duduk maka aku tidak bisa melakukan apa-apa[1]. Lalu akupun menyelimutinya dengan kain yang ada di tubuhnya dan aku duduk di dekat kepalanya sambil menangis. Tiba-tiba datang kepadaku empat orang dan berkata kepadaku "Wahai Abdullah, ada apa denganmu?, apa yang telah terjadi?". Maka akupun menceritakan kepada mereka apa yang telah aku alami. Lalu mereka berkata, "Bukalah wajah orang itu, siapa tahu kami mengenalnya!", maka akupun membuka wajahnya, lalu merekapun bersungkur mencium keningnya, mencium kedua tangannya, lalu mereka berkata, "Demi Allah, matanya selalu tunduk dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah, demi Allah tubuhnya selalu sujud tatkala orang-orang dalam keadaan tidur!!". Aku bertanya kepada mereka, "Siapakah orang ini –semoga Allah merahmati kalian-?", mereka berkata, Abu Qilabah Al-Jarmi sahabat Ibnu 'Abbas, ia sangat cinta kepada Allah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu kamipun memandikannya dan mengafaninya dengan pakaian yang kami pakai, lalu kami menyolatinya dan menguburkannya, lalu merekapun berpaling dan akupun pergi menuju pos penjagaanku di kawasan perbatasan. Tatkala tiba malam hari akupun tidur dan aku melihat di dalam mimpi ia berada di taman surga dalam keadaan memakai dua lembar kain dari kain surga sambil membaca firman Allah
}سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ{ (الرعد:24)

"Keselamatan bagi kalian (dengan masuk ke dalam surga) karena kesabaran kalian, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (QS. 13:24)

Lalu aku berkata kepadanya, "Bukankah engkau adalah orang yang aku temui?", ia berkata, "Benar", aku berkata, "Bagaimana engkau bisa memperoleh ini semua", ia berkata, "Sesungguhnya Allah menyediakan derajat-derajat kemuliaan yang tinggi yang tidak bisa diperoleh kecuali dengan sikap sabar tatkala ditimpa dengan bencana, dan rasa syukur tatkala dalam keadaan lapang dan tentram bersama dengan rasa takut kepada Allah baik dalam keadaan bersendirian maupun dalam kaeadaan di depan khalayak ramai"



---------------------
1. Hal ini karena biasanya daerah perbatasan jauh dari keramaian manusia, dan kemungkinan Abdullah tidak membawa peralatan untuk menguburkan orang tersebut, sehingga jika ia hendak pergi mencari alat untuk menguburkan orang tersebut maka bisa saja datang binatang buas memakannya, Wallahu a'lam

Sumber : http://www.firanda.com/index.php/artikel/6-sirah/15-kisah-menakjubkan-tentang-sabar-dan-syukur-kepada-allah