Tidak ada yang lebih aku sesali dari pada penyesalanku terhadap hari dimana ketika matahari tenggelam, sementara umurku berkurang tetapi amalku tidak bertambah (Abdullah bin Mas'ud).

Rabu, 07 Juli 2010

PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ 5 KALI SEHARI

Perlu diketahui bahwa para ulama berselisih pendapat kapan terjadinya Isro’ Mi’roj. Ada ulama yang mengatakan pada bulan Rajab. Ada pula yang mengatakan pada bulan Ramadhan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Tidak ada dalil yang tegas yang menyatakan terjadinya Isro’ Mi’roj pada bulan tertentu atau sepuluh hari tertentu atau ditegaskan pada tanggal tertentu. Bahkan sebenarnya para ulama berselisih pendapat mengenai hal ini, tidak ada yang bisa menegaskan waktu pastinya.” (Zaadul Ma’ad, 1/54)

Ibnu Rajab mengatakan, “Telah diriwayatkan bahwa di bulan Rajab ada kejadian-kejadian yang luar biasa. Namun sebenarnya riwayat tentang hal tersebut tidak ada satu pun yang shahih. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau dilahirkan pada awal malam bulan tersebut. Ada pula yang menyatakan bahwa beliau diutus pada 27 Rajab. Ada pula yang mengatakan bahwa itu terjadi pada 25 Rajab. Namun itu semua tidaklah shahih.”

Suatu hal yang penting kita pahami dari isra’ mi’raj adalah sebuah peristiwa penting yaitu perintah shalat lima waktu yang merupakan rukun islam ke dua setelah syahadat. Shalat merupakan sarana utama dalam berzikir dan meminta kepada Allah. Jadi alangkah bijaknya kalau dalam memperingati isra’ mi’rajnya Nabi Muhammad tidak hanya sekali setahun, tetapi minimal lima kali sehari karena inti dari peristiwa isra’ mi’raj adalah diwajibkannya shalat sebagai ibadah yang agung.

Allah berfirman :“Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (Qs. At-Taubah: 11)

Rasulullah bersabda : Dari ‘Abdullah Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang maknanya):“Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu syahadat (persaksian) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, serta berpuasa pada bulan Ramadhan.”

Maka jadilah muslim yang bijak yang bersungguh-sungguh dalam mendirikan shalat. Shalat tepat waktu dan tidak lalai dalam waktu shalat serta mendirikan shalat secara berjamaah merupakan cara mengamalkan ibadah yang dijemput langsung oleh Rasulullah ketimbang hanya merayakan isra’ mi’raj sekali dalam setahun.
Oleh : Abu Yahya dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar